
Alpha Zac (id)
- 👁 104.4K
- ⭐ 6.9
- 💬 0
Annotation
Isla adalah seorang prajurit muda yang sering diremehkan. Setelah bertahan bertahun-tahun dari trauma penyiksaan, ia hidup yatim piatu dan sebatang kara. Ia berjuang membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa ia tidak lemah. Meski cantik dan tangguh, luka psikologis bertahun-tahun membuatnya merasa tak layak dicintai, ataupun mendapatkan pasangan takdir (fated mate) dari Dewi Bulan. Alpha Zac adalah pemimpin Clear Creek yang adil dan kuat. Diam-diam seorang pria romantis, Zac menginginkan pasangan takdirnya lebih dari apa pun. Namun setelah bertahun-tahun menunggu tanpa hasil, ia menyerah dan menjalani gaya hidup playboy. Ketika seorang prajurit serigala betina yang unik bergabung dengan kawasannya, wanita itu tidak hanya memenuhi fantasinya, tetapi juga menguji seberapa jauh Zac rela berkorban demi melindunginya dari masa lalu. "LEMAH!" teriaknya sambil mecutkan cambuk kulit itu ke arahku dengan cepat. Aku berusaha menutupi wajahku, tetapi gerakanku kalah cepat. Aku meringis kesakitan saat cambuk tajam itu menyayat tangan dan alisku. Aku mencoba menahan isak tangis yang hendak meledak, namun malah muntah. Mungkin dia bakal berhenti di situ kalau saja muntahanku tidak mengenai sepatu botnya. (ISLA) Aku merasakan desakan cemburu; dia memiliki segala hal yang selalu kuinginkan. Keluarga yang penyayang, dukungan, teman-teman, dan kedamaian. Audrie tidak perlu mempertanyakan apakah dia pantas berada di sini atau bersusah payah membuktikan harga dirinya. (ZAC) Dadaku terasa sesak mendadak, dan serigala dalam diriku bergejolak ke depan. „PASANGANKU”. Keinginan mendesak untuk merengkuhnya, merengkuch segala rasa sakitnya, kian membara. Aku mengulurkan tangan dan mengangkat kepalanya, dan saat itulah aku melihat luka dalam yang mengalirkan darah ke atas batu yang sudah berlumuran darah. Aku langsung membopongnya dan berlari menuju ruang medis. Aku baru saja menemukan pasangan takdirku, aku tidak boleh kehilangannya di malam yang sama.
Bab: 1: Bab 1
ISLA
“Tenang dan berbarislah!” teriak penjaga itu, membuatku kembali ke kenyataan. Aku melirik sekeliling lobi tempat yang sebentar lagi akan menjadi rumah ketigaku sekaligus rumah terakhirku, saat melihat sebuah bus abu-abu berhenti di sana. Para “lulusan” lainnya—sebagaimana mereka suka menyebut kami—dan aku sedang menuju ke kelompok Clear Creek untuk memulai kehidupan baru kami.
Tri-River Transition Center, atau TRTC, adalah tempat di mana anak-anak serigala yang tidak memiliki kerabat yang masih hidup atau bersedia merawat mereka dikirim hingga mereka menemukan tempat di salah satu kelompok Tri-River. Kehidupan dalam kelompok adalah hal yang biasa di kalangan kami, para serigala.
Manusia serigala, atau “shifter” sebagaimana kami menyebut diri kami, bukanlah sekadar makhluk dalam dongeng dan khayalan; kami nyata. Kami hidup secara normal—setidaknya sebagian besar waktu—di dalam keamanan kota-kota kelompok kami yang berjarak jauh dari peradaban manusia. TRTC, versi kami dari panti asuhan, terletak di sebidang wilayah netral di tengah tiga kelompok dalam aliansi Tri-River: Clear Creek, Cedar Falls, dan Red Rapids.
Hembusan napas hangat yang bau apak melintas di telingaku sebelum suara yang membuat bulu kudukku merinding itu berbicara. “Aku akan merindukanmu di sini, Isla. Kamu bisa saja datang tinggal bersamaku,” kata Kyson dengan bisikan yang terengah-engah.
Jijik.
“Ya, itu pasti aku tolak mentah-mentah,” kataku dengan nada sinis, tanpa berusaha menyembunyikan rasa jijikku.
Kyson berusia 27 tahun, belum berpasangan, dan merupakan predator bagi para gadis di sini. Aku tidak tahu siapa yang membiarkan orang bodoh ini menjadi penjaga.
Pasangan adalah orang yang diikat oleh Dewi Bulan kepada kita. Mereka adalah separuh dirimu, belahan jiwamu. Sisi serigala tertarik pada mereka, dan sisi manusia merasakan daya tarik instan saat ikatan itu terjalin. Ikatan pasangan mulai terasa jelas begitu kamu berusia 19 tahun. Kamu bisa menerima pasanganmu atau menolaknya.
Aku tak tahu mengapa ada orang yang mau menolak sahabat bawaan yang akan mencintaimu sepenuh hati dan selalu berada di sisimu. Dulu aku sering bermimpi bertemu jodohku… tapi itu sebelum ibuku meninggal. Dewi Bulan memang tak terlalu adil padaku beberapa tahun terakhir ini, jadi aku tak melihat gunanya lagi memegang erat mimpi itu. Takdir tak berpihak padaku, jadi kemungkinan besar, aku tak akan cukup beruntung untuk menemukan jodohku.
Kamu bisa memilih untuk menandai siapa saja dan mengabaikan ikatan jodoh yang telah ditakdirkan, tapi ikatan-ikatan itu tidak pernah sekuat ikatan jodoh. Kemampuan penyembuhanmu sebagai shifter akan melambat, dan ikatan itu bisa diputuskan oleh tanda lain atau ditolak setelahnya.
Aku akan berusia 19 tahun minggu depan, dan Kyson telah menghabiskan seluruh bulan terakhir ini mencoba meyakinkanku agar membiarkannya menandaku.
Kemarahan melintas di matanya saat warnanya berubah dari biru muda menjadi hitam seperti serigala, lalu kembali ke biru kristal. Tangannya melesat, mencoba meraih pergelangan tanganku, tepat saat seorang penjaga lain membuka kunci pintu dan berteriak, “Ambil tas kalian dan naik ke bus. Kita tidak mau membuat Alpha menunggu!”
Aku menghindar dari upaya Kyson dan bergegas menuju pintu saat sebuah ide terlintas di benakku. Aku menyelinap melewati yang lain saat mereka berbaris keluar pintu sebelum Kyson bisa menyentuhku dengan jari-jarinya yang menjijikkan, lalu mengencangkan tali bahu tas selempangku dan berlari.
Aku berlari melewati bus dan masuk ke dalam hutan. Garis pepohonan di kejauhan adalah kebebasanku. Aku akan menyeberangi perbatasan di sisi lain, dan yah, aku belum memikirkan sejauh itu, tapi aku akan mencari cara.
Aku tidak bisa mengambil risiko berubah menjadi serigala dan kehilangan barang-barangku; lari ini sepenuhnya atas kemauanku sendiri. Aku ingin pergi dari sini. Tempat ini sebenarnya tidak pernah benar-benar menjadi rumahku.
Rumah… Aku mencoba mengingat bagaimana rasanya merasa di rumah, merasa memiliki tempat, tempat yang benar-benar milikmu, tempat di mana kamu diinginkan.
Paru-paruku terasa terbakar, dan angin sejuk menerpa kulitku saat aku mengayunkan kakiku lebih keras. Serigala dalam diriku meminjamkan kekuatannya saat kami mendekati garis pepohonan. “Hanya sedikit lagi, dan pepohonan itu bisa menyembunyikanku,” kataku pada diriku sendiri.
“AWASI PERBATASAN. ADA YANG MELARIKAN DIRI,” suara seorang pria menggelegar melalui ikatan pikiran kami.
Sial, sekarang semua patroli akan menuju ke sini. Aku begitu teralihkan oleh koneksi pikiran itu, hingga tak menyadari geraman pelan yang datang dari semak-semak di depan atau saat seekor serigala besar berwarna gelap tiba-tiba menerobos ke jalurku.
“PERGI SANA, KYSON,” aku mendesis dari balik bahu, sambil segera mengubah arah. Mataku masih tertuju ke belakang saat serigala itu melompat ke arahku. Aku bisa melihat kegembiraan di matanya saat rasa sakit tiba-tiba meledak di tulang keringku. Aku menjerit kaget sambil terguling dan tergelincir di tanah.
Bintik-bintik hitam menari-nari di depan mataku saat aku melihat sekeliling untuk mencari tahu siapa yang menjatuhkanku. Oh, kamu pasti bercanda, sialan! Sebuah tunggul?! Hewan-hewan sungguhan mengelilingiku, dan justru tunggul tua setengah busuk yang bodoh inilah yang menjatuhkanku??
Kyson berjalan santai mendekat, setelah menyaksikan seluruh pertunjukan komedi yang baru saja aku peragakan. Dia terkekeh, tulang-tulangnya berderak dan bergeser saat dia kembali ke bentuk semula.
Aku mencabut serpihan kulit kayu dari tulang keringku yang berdarah. Tidak mungkin aku bisa bebas sekarang. Kyson berada dalam jangkauan tanganku, patroli sudah diberitahu, dan adrenalin mulai mereda, membiarkan rasa sakit itu muncul sepenuhnya.
“Tsk tsk, kau serigala kecil yang nakal, sangat nakal,” kata Kyson, menggelengkan kepalanya sambil mengenakan celana pendek basket yang dia ambil dari keranjang patroli.
Ketelanjangan memang hal biasa bagi para shifter, tapi tubuh Kyson bukanlah sesuatu yang ingin kulihat lebih jauh.
Kyson mencengkeram pergelangan tanganku dan menarikku berdiri tepat saat Tuan Andrews mendekat. Oh, dewi, kakiku sakit saat aku mencoba menumpukan berat badan di atasnya; bagaimana mungkin sebuah pohon bisa menimbulkan rasa sakit sebesar ini?
“Isla, kupikir kita sudah melewati masa ini. Kau beruntung bisa mendapat tempat di dalam kelompok dengan seorang Alfa yang begitu baik,” katanya, sambil menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak merasa beruntung,” gumamku.
Tuan Andrews menghela napas, menggosok pelan pelipisnya sambil mencoba memikirkan langkah selanjutnya. Dia menatapku, matanya dipenuhi kesedihan dan kekesalan. Dia menarik napas dalam-dalam, “Aku mengerti, hidupmu memang tidak mudah, tapi kamu sangat kuat. Clear Creek akan menjadi rumahmu. Kamu bisa membangun kehidupan baru di sana, kehidupan yang baik.”
Aku memutar mata dan menghela napas sebagai tanggapan. Perlahan-lahan aku mulai berjalan pincang kembali ke arah bus.
Kehidupan baru, kurasa, mendapatkan gaji, dan dibiarkan sendiri bukanlah hal terburuk di dunia.
Bab: 2: Bab 2
ZAC
Rumah kelompok sedang ramai dengan aktivitas hari ini. TRTC membawa empat anggota baru ke kelompok kami. Kami bahkan memiliki seorang calon prajurit dalam gelombang ini. Saya agak ragu dengan dia, karena dia tergolong kecil, tapi semua hasil tes latihannya menunjukkan nilai yang tinggi. Saya harus melihat sendiri bagaimana kinerjanya, karena saat saya memeriksa satu halaman dalam berkas yang dikirimkan oleh pusat, informasi yang diberikan tidak terlalu banyak…
ISLA GRACE MILLER
TANGGAL LAHIR: 18 JUNI
USIA: 18
RAMBUT: KEMERAHAN
MATA: HIJAU
TINGGI: 5 kaki 5 inci
WALI - JUNE DANIELS, HUBUNGAN: NENEK DARI PIHAK IBU, TELAH MENINGGAL - CEDAR FALLS.
MENDAPATKAN NILAI TINGGI: PELACAKAN; PERTARUNGAN TANGAN KOSONG; KERJA SAMA TIM; PERTOLONGAN PERTAMA DI LAPANGAN
CATATAN: TINGKAT RISIKO 2; SATU KALI PERCOBAAN PADA TAHUN PERTAMA DI TRTC. TELAH MENDAPATKAN KONSELING. DIOBATI DENGAN OBAT ANTIDEPRESAN SELAMA TAHUN 1-3. DIBERIKAN IZIN











